FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Dari Banyuwangi untuk Indonesia: Kiprah Bagas Aidi Edukasi Kesehatan Keluarga

KABAR FIKKIA – Alumni menjadi salah satu cerminan keberhasilan perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang berdampak. Hal ini terlihat dari perjalanan Bagas Aidi, S.KM., yang aktif turun langsung mengkampanyekan kesehatan di tingkat keluarga. Putra asli Banyuwangi menjadi bagian Noora Health Indonesia sebagai field officer yang fokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui edukasi keluarga pasien. Hadir di acara Employer Meeting Alumni pada Jumat (10/04/2026) Bagas berbagi pengalamannya dengan tin FIKKIA NEWS.

Menyukai Kegiatan Lapang Kemasyarakatan Sejak Kuliah

Bagas memulai perjalanan menjadi mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR angkatan 2017. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif secara akademik dan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial dan Politik BEM KM PSDKU UNAIR serta terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan pada waktu itu.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun jejaring dengan berbagai pihak, seperti Dinas Kesehatan dan Puskesmas, yang kemudian membantunya dalam dunia profesional.

Bagi Bagas, masa kuliah bukan hanya tentang teori, tetapi juga praktik langsung di masyarakat. Ia terlibat dalam kegiatan pengabdian, seperti membantu masyarakat mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Selain itu, ia juga aktif dalam penelitian yang menghasilkan publikasi ilmiah. Termasuk kajian terkait kesehatan mental mahasiswa dan pengelolaan limbah medis selama pandemi COVID-19. Pengalaman ini memperkuat pemahamannya terhadap isu-isu kesehatan masyarakat secara nyata.

Tantangan saat Lulus di Masa Pandemi COVID-19

Lulus di masa pandemi bukanlah hal mudah. Namun, Bagas mampu beradaptasi dengan cepat. Ia memulai karier sebagai pengolah data di BKKBN Jawa Timur, kemudian terlibat sebagai Technical Assistant dalam Satgas Stunting Kabupaten Banyuwangi.

Hingga kini, Bagas juga aktif dalam organisasi profesi seperti IAKMI dan PERSAKMI, sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan di bidang kesehatan masyarakat.

“Jangan terlalu bergantung pada AI; tetap kembangkan kemampuan diri sendiri. Jaga etika dan terus bangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak,” ujar Bagas Aidi.

Ia menekankan bahwa kesiapan mental dan kemampuan komunikasi, khususnya public speaking, menjadi kunci penting dalam menghadapi dunia kerja. Melalui perjalanan kariernya, Bagas menunjukkan bahwa pengalaman organisasi, keterlibatan dalam masyarakat, serta kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam membangun kontribusi nyata di bidang kesehatan masyarakat. Ia berharap generasi berikutnya dapat terus menjaga kualitas dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

Penulis: Annisa Dwi Cahyani

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *