FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Kedokteran Hewan Dalami Teknik Inseminasi Buatan Unggas

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Kedokteran Hewan kembali memperdalam keterampilan reproduksi ternak melalui kegiatan praktik inseminasi buatan unggas. Kegiatan dikemas dalam Kuliah Tamu dan Workshop Inseminasi Buatan (IB) Unggas pada Minggu (24/05/2026). Acara berlangsung di Ruang G101 dan Laboratorium 4 Kampus Giri bersama 27 mahasiswa IMVET FC (Fowl Care) dan mahasiswa non-FC. Ketua pelaksana, Muhammad Aldi (KH 25), menjelaskan kegiatan terbagi menjadi sesi kuliah tamu dan praktik laboratorium. Materi utama membahas penerapan inseminasi buatan pada unggas modern. Teknik tersebut berperan meningkatkan efisiensi reproduksi dan kualitas genetik ternak.

Kuliah tamu menghadirkan Dr. Trilas Sardjito, drh. M.Si sebagai pemateri utama. Seorang peneliti sekaligus konsulen berpengalaman bidang reproduksi dan inseminasi buatan unggas dan ternak besar.

Dalam pemaparannya, drh. Trilas menjelaskan dasar reproduksi unggas hingga manajemen semen. Peserta juga mempelajari penerapan IB pada industri peternakan modern. Menurutnya, inseminasi buatan menjadi teknologi reproduksi yang semakin penting dalam sektor peternakan unggas. Teknik tersebut membantu proses perkawinan berlangsung lebih efisien dan terarah. Selain itu, IB membantu mempertahankan kualitas bibit unggas unggul. Dr Trilas juga menjelaskan bahwa inseminasi buatan mampu menekan risiko penularan penyakit. Risiko tersebut sering muncul melalui perkawinan alami pada unggas.

Praktik Inseminasi Buatan di Laboratorium

Tidak hanya mempelajari teori, peserta mengikuti workshop praktik di Laboratorium 4 Kampus Giri. Mahasiswa mempraktikkan langsung tahapan inseminasi buatan pada unggas. Peserta memulai praktik dengan teknik pengambilan semen unggas jantan. Pemateri menunjukkan metode massage technique untuk merangsang pengeluaran semen. Teknik tersebut dilakukan secara hati-hati agar unggas tidak mengalami cedera maupun stres berlebihan. Setelah proses koleksi semen, peserta mempelajari pemeriksaan kualitas semen menggunakan mikroskop. Salah satu parameter utama ialah motilitas spermatozoa.

Motilitas menunjukkan kemampuan gerak sperma yang menentukan keberhasilan fertilisasi. Peserta juga mempelajari evaluasi warna, konsistensi, dan volume semen. Semen berkualitas baik memiliki motilitas tinggi dan bebas kontaminasi. Pemeriksaan ini menjadi tahap penting sebelum proses inseminasi dilakukan.

Tahap berikutnya ialah praktik inseminasi pada unggas betina. Mahasiswa mempelajari teknik memasukkan semen menggunakan alat khusus secara higienis. Pemateri menekankan pentingnya ketelitian selama proses inseminasi berlangsung. Kesalahan teknik dapat memengaruhi tingkat keberhasilan fertilisasi. Selain keterampilan teknis, peserta memperoleh materi mengenai biosekuriti laboratorium. Sterilisasi alat dan penanganan unggas menjadi perhatian utama selama praktik.

Ketua IMVET FC, Nia Nur Aulia (KH 23), menyampaikan kegiatan berlangsung lancar dan interaktif. Peserta terlihat aktif selama sesi materi maupun praktik laboratorium.

“Kegiatan IB unggas kali ini sangat seru dan bermanfaat, kami bisa praktik langsung melakukan IB dengan ahli,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan selama workshop berlangsung. Mahasiswa mendiskusikan tantangan penerapan IB unggas di lapangan. Topik yang dibahas meliputi penanganan unggas hingga faktor keberhasilan fertilisasi. Diskusi tersebut membantu mahasiswa memahami kondisi praktik sebenarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik sekaligus penguatan teori reproduksi unggas. Keterampilan inseminasi buatan dinilai semakin relevan dalam peternakan modern.

Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkair

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *