KABAR FIKKIA – Mahasiswa Kedokteran FIKKIA Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Pelayanan Poli Onkologi RSUD Blambangan dalam pelaksanaan seminar kesehatan berjudul “Gaya Hidup Sehat Bersama Penderita Kanker”. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan CT Scan RSUD Blambangan, Sabtu (02/05/2026). Kolaborasi diinisiasi Kurnia Alisaputri, dr., Sp.PD., FINASIM selaku dosen sekaligus dokter di RSUD Blambangan.
Seminar diikuti mahasiswa, dokter muda Universitas Islam Malang, anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Surabaya, dan tenaga kesehatan RSUD Blambangan. Anggota komunitas Osing Pink serta beberapa pasien kanker hadir membersamai seminar inspiratif tersebut.
Kurnia Alisaputri, dr., Sp.PD., FINASIM memandu jalannya seminar dan diskusi bersama dr. Ni Made Intan Dwijayanti, Sp.PD, K-HOM, FINASIM.
Ketahui Gejala dan Deteksi Dini Kanker
Kanker menempati posisi ke-2 penyebab kasus kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular di Indonesia. Kanker paru menjadi penyebab pertama kematian akibat kanker pada laki-laki (21,8%) dan penyebab kematian kedua akibat kanker pada perempuan (9,1%) setelah kanker payudara (21,4%).
“Pencegahan dan deteksi dini merupakan hal paling krusial untuk menghindari hingga dari setengah dari seluruh kasus kanker”, cetus dr. Ni Made
Pencegahan kanker terbagi menjadi tiga, yaitu pencegahan primer (mencegah kanker), pencegahan sekunder (deteksi dini), dan pencegahan tersier (rehabilitasi). Seseorang dapat mengetahui gejala kanker lewat WASPADA.
- W — Waktu Buang Air Besar atau Buang Air Kecil berdarah
- A — Alat pencernaan terganggu
- S — Suara serak atau batuk yang menahun
- P — Payudara atau bagian tubuh lain ada benjolan
- A — Andeng-andeng (tahi lalat) menjadi besar dan gatal
- D — Darah atau lendir abnormal yang keluar dari tubuh
- A — Adanya koreng yang tidak sembuh-sembuh.
Dokter RS Mitra Keluarga Kenjeran Surabaya itu berharap ketika masyarakat mengetahui gejala dari kanker tersebut, deteksi dini dapat dilakukan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang ada.
Jangan Takut Memeriksakan ke Dokter
Kondisi psikologis dan respon pasien menjadi hal menarik saat diskusi. Salah satu peserta menanyakan bagaimana bila terdeteksi kondisi BAB berdarah apakah bisa dikatakan kanker. Terutama bila muncul gejala dari pemeriksaan WASPADA.
dr Ni Made menyarankan seseorang tidak melakukan self diagnosis sehingga menimbulkan ketakutan berlebihan untuk memeriksakan kesehatan lebih lanjut ke dokter.
“Jangan takut memeriksakan diri ke dokter. Terkadang pasien takut mengetahui kondisi penyakitnya. Akhirnya banyak pikiran negatif yang menyebabkan penyakit bertambah parah”. Tegas dr Ni Made
Alumni FK UNAIR 2010 itu menambahkan, mendiagnosa kanker diperlukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium faskes I. Ia menekankan deteksi dini membantu tenaga profesional melakukan tindak lanjut untuk mencegah kanker bertambah parah dengan menentukan pengobatan yang tepat.
Gaya Hidup Sehat bagi Penderita Kanker
Pola makan sehat dengan memperbanyak buah, sayur, dan protein baik sekaligus menghindari makanan olahan dan lemak jenuh menjadi fondasi utama. Olahraga ringan hingga sedang seperti jalan kaki, yoga, dan senam ringan terbukti mengurangi kelelahan, meningkatkan mood, serta menurunkan risiko kambuhnya kanker. Penderita kanker juga sangat disarankan untuk menghindari rokok, alkohol, dan paparan zat karsinogen.
Terselenggaranya seminar, diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan hidup sehat. Terutama bagi keluarga pasien, pasien, dan tenaga medis, dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker secara komprehensif. Kolaborasi antara mahasiswa Kedokteran FIKKIA, PAPDI, dan RSUD Blambangan ini menjadi bukti nyata sinergi akademik dan pelayanan kesehatan demi masyarakat Banyuwangi yang lebih sehat.
Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra
Editor: Avicena C. Nisa
