FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kastrasi Jantan Optimalkan Perkembangan Otot Babi Pedaging

KABAR FIKKIA – Mahasiswa PPDH Gelombang 3 Kelompok 2 FIKKIA UNAIR sedang melaksanakan studi ko-asistensi di Balai Inseminasi Buatan Daerah dan Pengembangan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (BIBDPTHPT) Baturiti, Tabanan, Bali. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari (18-27/02/2026) ini memberikan pengalaman berharga tentang pengelolaan ternak unggulan untuk mendukung industri peternakan lokal Bali.

BIBDPTHPT berada di bawah Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Bali. Balai ini berfungsi sebagai sentral produksi semen straw untuk program inseminasi buatan (IB) di seluruh Bali. Spesies ternak yang dikelola meliputi babi, Sapi Bali, kambing kacang khas Bali, ayam lokal, dan bebek lokal. Sapi Bali dan babi menjadi fokus utama produksi semen untuk IB komersial, sementara ternak lainnya mendukung kebutuhan upacara adat Hindu seperti Caru dan Mepandes.

Fokus Pembesaran Babi Pedaging

Salah satu momen penting dalam kunjungan adalah observasi proses kastrasi babi pedaging. Kastrasi dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan daging dengan mengalihkan metabolisme energi dari fungsi reproduksi ke perkembangan otot. Babi jantan utuh memiliki kecenderungan akumulasi lemak jeroan berlebih dan boar taint (bau khas urin jantan) akibat hormon androgen seperti skatol dan androstenone. Kastrasi bermanfaat meningkatan efisiensi konversi pakan 15-20%, kualitas karkas grade A, dan bobot panen optimal 90-110 kg dalam 5-6 bulan. Hasilnya siap memenuhi permintaan kuliner babi premium Bali dan pasar ekspor Asia Tenggara.

Kastrasi dilakukan pada babi jantan berusia 21 hari. Mahasiswa membantu langsung jalannya bedah kastrasi, didampingi dokter hewan yang bertugas. Mulai dari handling, anestesi lokal, hemostasis vaskular yang tepat, dan penutupan primer untuk mencegah infeksi pascaoperasi. Dengan pengalaman dan pengamatan langsung, mahasiswa belajar bagaimana penanganan ternak babi yang berfokus pembesaran.

Pengalaman dan Kesan Mahasiswa Co-Ass FIKKIA UNAIR

Salah satu mahasiswa, Vincent (Mahasiswa KH Co-Ass) menyampaikan kesan positif terhadap kunjungan ini.

“Sangat seru dan edukatif, saya memperoleh wawasan praktis tentang manajemen pejantan elit, teknik ekstraksi semen, dan kastrasi fungsional yang langsung dapat diterapkan dalam praktik veteriner”.

Kepala BIBDPTHPT Baturiti I Ketut Jaya Hartawan, S. Pt, mengapresiasi antusiasme mahasiswa UNAIR.

“Mereka cepat menangkap konsep IB dan kastrasi. Bali membutuhkan dokter hewan muda yang memahami karakteristik peternakan lokal,” katanya.

Pengarahan dari petugas kastrasi BIBDPTHPT Baturiti. Sumber: Istimewa

Kunjungan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bali 2021-2026 yang menargetkan tingkat swasembada sapi Bali 85% dan peningkatan produksi daging babi lokal 30%. Balai Baturiti memproduksi 50.000 dosis semen sapi Bali dan 30.000 dosis semen babi setiap tahun yang didistribusikan gratis ke 125 kecamatan di Bali.

Manfaat program IB mencakup penurunan biaya inseminasi 40%, peningkatan fertilitas 25%, dan pelestarian genetik unggul. Keberlanjutan program ini mendukung ketahanan pangan Bali sekaligus menjaga tradisi peternakan lokal yang terintegrasi dengan budaya Hindu.

Penulis: Ajeng Aprisa Simorangkir

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *