KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi terus mengasah keterampilan klinis sebagai calon dokter hewan. Seperti halnya subkelompok 2 – Kelompok 1 – Gelombang III lakukan dalam praktik lapangan klinik jejaring stase klinik veteriner di Praktik Dokter Hewan Sahabat Satwa, Genteng. Kegiatan itu berlangsung pada Kamis – Jumat (05-13/03/2026) dengan mendapatkan pendampingan dari drh. Risa Isna Faizar, drh. Devita, dan tim.
Dokter hewan muda memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai tindakan bedah dalam dunia veteriner. Mulai dari bedah minor hingga prosedur operasi yang lebih kompleks pada hewan kecil.memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tahapan tindakan bedah secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan klinis, penegakan diagnosis, persiapan pasien dan alat, prosedur anestesi, tindakan operasi, hingga perawatan pasca operasi. Demo oleh dokter hewan praktisi di klinik jejaring membantu mahasiswa mengintegrasikan teori kedokteran hewan dengan praktik bedah klinis.
Tindakan Steril Jantan dan Betina
Tindakan bedah rutin dilakukan adalah ovariohisterektomi dan kastrasi untuk kontrol populasi melalui sterilisasi hewan kesayangan. Ovariohisterektomi dilakukan pada kucing betina dengan mengangkat ovarium dan uterus untuk mencegah reproduksi serta menurunkan risiko penyakit reproduksi. Kastrasi dilakukan pada kucing jantan dengan mengangkat testis dan korda spermatika untuk menghasilkan sterilitas. Sterilisasi membantu mengurangi perilaku agresif, spraying, dan risiko penyakit pada sistem reproduksi.
Penanganan Abses dan Pengangkatan Wire
Dokter hewan muda FIKKIA UNAIR itu juga mendapatkan pengalaman menangani kasus abses pada kucing. Abses merupakan kondisi penumpukan nanah pada jaringan akibat infeksi bakteri yang biasanya diawali oleh luka yang tidak tertangani dengan baik. Pada kasus yang ditangani, abses telah pecah dan membentuk ruang terbuka pada jaringan subkutikuler sehingga memerlukan tindakan pembersihan luka maupun penjahitan kulit untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah infeksi lebih lanjut.

Selain itu, dokter hewan muda juga terlibat dalam tindakan pengangkatan wire pada kucing dengan riwayat fraktur symphisis mandibula. Pemasangan wire sebelumnya bertujuan untuk menstabilkan tulang rahang bawah yang patah. Setelah tulang kembali pada posisi normal dan proses penyembuhan berlangsung baik, wire dapat dilepas melalui prosedur bedah minor dengan anestesi umum tanpa memerlukan jahitan tambahan.
Kolopeksi dan Cystotomy
Kasus bedah yang lebih kompleks juga ditangani oleh tim klinik, salah satunya kolopeksi pada kucing dengan megakolon. Kondisi ini ditandai dengan pelebaran kolon akibat penumpukan feses yang mengeras dalam waktu lama sehingga mengganggu fungsi normal usus besar. Penanganan melalui tindakan bedah bertujuan memperbaiki fungsi kolon serta membantu proses defekasi agar kembali normal. Selain itu, dokter hewan muda juga menangani kasus othematoma, yaitu pembengkakan pada daun telinga akibat pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan akumulasi darah di antara kulit dan tulang rawan telinga.

Kondisi ini sering dipicu oleh infeksi telinga, parasit, atau trauma akibat garukan berlebihan. Tindakan medis dilakukan untuk mengeluarkan darah yang terakumulasi serta menangani penyebab utama agar kondisi tidak berulang. Tindakan bedah lainnya yang dilakukan adalah cystotomy yaitu prosedur operasi untuk membuka vesika urinaria guna mengangkat batu atau massa yang terdapat di dalam kandung kemih. Prosedur ini dilakukan melalui insisi laparotomi pada bagian abdomen. Kemudian vesika urinaria dibersihkan total untuk memastikan tidak ada kalkuli yang tertinggal sebelum dilakukan penutupan kembali.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
