FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Borong Tiga Penghargaan di 5th International Youth Summit 2026 Malaysia

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Delegasi FIKKIA UNAIR sukses memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi 5th International Youth Summit 2026. Kompetisi internasional tersebut berlangsung selama dua hari pada 30–31 Mei 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.  Ajang kompetisi ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama Universiti Putra Malaysia (UPM). Kategori yang berhasil dibawa pulang antara lain Medali emas, poster favorit, dan medali perunggu untuk sum tema teknologi

Mereka adalah Akbar Maula Dani (AKUA 25) dan Az’Zahwa Rizky Iskandar (KH 25). Melalui ide kreatifnya, mereka berhasil membawa pulang medali dari dua judul inovasi teknologi yang berbeda setelah bersaing ketat dengan 10 tim finalis tangguh lainnya di babak final.

Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis AI dan IoT

Inovasi pertama yang diusung berjudul “Trashine: Innovation in Integrated Plastic Waste Management Technology Based on Artificial Intelligence and the Internet of Things“. Alat manajemen sampah plastik terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) tersebut sukses memikat perhatian dewan juri internasional. Tidak tanggung-tanggung, judul ini berhasil memenangkan dua kategori penghargaan sekaligus, yakni Gold Medal dan Favorite Paper.

Kontribusi Nyata Terhadap SDGs Lingkungan

Inovasi Trashine dikembangkan sebagai solusi teknologi mutakhir untuk mengatasi persoalan ekosistem akibat limbah plastik. Pengembangan gagasan ini sejalan dengan komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs Poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDGs Poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui digitalisasi manajemen limbah.

Sensor Pintar untuk Deteksi Dini Kesehatan Global

Tidak kalah memukau, inovasi kedua yang mereka rancang bertajuk “Albumin Detector: Microcontroller-Based Sensor Technology Innovation as a Youth Contribution to Albuminuria Monitoring to Support the Global Health System”. Inovasi teknologi sensor berbasis mikrokontroler ini difungsikan untuk memonitor kondisi albuminuria sebagai deteksi dini gangguan kesehatan. Melalui karya biomedis ini, mereka berhasil menyisihkan kompetitor lain dan mengamankan penghargaan Bronze Medal. Hadirnya inovasi Albumin Detector menjadi wujud nyata kontribusi pemuda dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan di tingkat global.

Prestasi gemilang yang diraih oleh Akbar dan Az’Zahwa di Kuala Lumpur tidak hanya membawa pulang penghargaan internasional bagi almamater, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa FIKKIA UNAIR angkatan muda mampu melahirkan riset berdampak (impactful research). Sinergi teknologi inovatif di bidang lingkungan dan kesehatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan demi memberikan manfaat luas bagi masyarakat global.

Penulis: Farra Azzahrani

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *