KABAR FIKKIA – Momentum Iduladha 1447 H menjadi ajang pengabdian bagi mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Universitas Airlangga. Bersama dokter hewan di Kabupaten Banyuwangi, mereka terjun langsung melakukan pemeriksaan hewan kurban guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan bebas penyakit zoonosis.
Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) FIKKIA UNAIR mengerahkan 52 mahasiswa untuk mendukung kegiatan pemeriksaan hewan kurban. Mereka bekerja sama dengan 34 dokter hewan yang bertugas di berbagai kecamatan di Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur IV. Pemeriksaan antemortem dilakukan tepat sebelum hewan disembelih pada Rabu (27/05/2026) dibantu oleh panitia dimasing-masing lokasi.
Mahasiswa dan dokter hewan melakukan pemeriksaan di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, Kabat, Kalipuro, dan Licin. Total hewan kurban yang diperiksa mencapai 282 ekor, terdiri atas 92 sapi, 147 kambing, dan 43 domba.
Lakukan Pemeriksaan Antemortem dan Postmortem
Pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem dilaksanakan sebelum penyembelihan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban.
Pada tahap ini, tim memeriksa kondisi fisik, perilaku, serta tanda-tanda penyakit yang berpotensi menular kepada manusia. Di Kecamatan Kabat, seluruh hewan kurban dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan layak untuk disembelih.
Setelah penyembelihan, tim melanjutkan pemeriksaan postmortem pada karkas dan organ dalam hewan. Pemeriksaan dilakukan di lokasi penyembelihan yang tersebar di berbagai masjid dan musala.
Organ yang diperiksa meliputi hati, jantung, rumen, dan limfa. Tahap ini bertujuan mendeteksi kelainan atau penyakit yang tidak terlihat saat hewan masih hidup.

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan hati sapi yang terinfeksi cacing Fasciola sp. Sesuai prosedur kesehatan masyarakat veteriner, organ tersebut langsung diafkir agar tidak dikonsumsi masyarakat.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan postmortem dalam menjaga keamanan pangan asal hewan.
“Terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi serta mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA yang telah membantu pemeriksaan hewan kurban. Kegiatan ini memastikan daging yang diedarkan layak dikonsumsi dan aman dari zoonosis,” ujar Nur Salim, panitia kurban Kecamatan Kabat.
Belajar Sekaligus Mengabdi kepada Masyarakat
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga di luar ruang kuliah. Mereka dapat menerapkan ilmu kesehatan hewan secara langsung sekaligus berkontribusi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan lapangan ini, mahasiswa belajar mengenali kondisi kesehatan hewan kurban, melakukan inspeksi organ, serta memahami prosedur kesehatan masyarakat veteriner.
“Saya sangat senang dapat mengabdi kepada masyarakat sekaligus belajar pemeriksaan hewan kurban secara langsung,” ujar Salma Mufidah (KH 2024).
Kolaborasi antara pemerintah daerah, dokter hewan, dan mahasiswa menunjukkan pentingnya sinergi dalam menjaga kesehatan masyarakat. Selain memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai syariat, kegiatan ini juga membantu mencegah penyebaran penyakit zoonosis melalui produk hewan.
Melalui pemeriksaan ratusan hewan kurban, mahasiswa FIKKIA UNAIR turut mengambil peran dalam mewujudkan keamanan pangan di Banyuwangi. Iduladha 2026 pun menjadi momentum yang tidak hanya sarat nilai ibadah, tetapi juga pengabdian dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
