FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mengatasi Yolk Tukik yang Belum Sempurna, YOSI BOX Solusinya

Keterangan : a) Yolk Tukik masih berada diluar; b) Yolk sudah terserap sempurna

YOSI BOX, merupakan pengembangan inovasi terbaru hasil penelitian dokter hewan SIKIA Universitas Airlangga dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) atau Yayasan Penyu Banyuwangi. YOSI (Yolk Bersih) berfungsi sebagai kotak terapi yang memaksimalkan fungsi penyerapan yolk atau kuning telur pada tukik yang baru menetas.

Yolk yang menempel berguna sebagai cadangan makanan bagi tukik saat pertama dilepas-liarkan ke laut lepas. Merujuk pada laman profauna.net kuning telur atau yolk akan bertahan selama tiga-empat hari, paling lama satu minggu. Ketika zat kuning telur habis, tukik akan mulai belajar memakan makanan alami yang mereka temukan di samudera.

Kondisi tukik yang baru menetas di sarang alami, semi alami, dan buatan sering ditemukan yolk yang belum terserap sempurna, Tukik dengan kondisi tersebut belum siap dilepas-liarkan, sehingga harus dilakukan observasi kesehatan secara detail.

Aditya Yudhana, drh., M.Si., salah satu dokter hewan yang mengembangkan YOSI BOX menjelaskan bahwa peran dokter hewan adalah dengan melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi tukik-tukik hasil penetasan kondisinya sehat dan siap dilepas-liarkan. Apabila terjadi sesuatu yg abnormal, maka harus segera dilakukan terapi. YOSI BOX yang dirancang oleh Unair dan BSTF ini merupakan salah satu alat penunjang yg bisa digunakan terapi pada tukik.

Awal tahap penetasan terlihat beberapa yolk tukik masih belum terserap sempurna. Tampak yolk masih berada diluar karapas, sehingga dibutuhkan terapi pasca penetasan. Waktu rata-rata yang dibutuhkan tukik untuk dapat menyerap yolk secara sempurna berkisar 3-4 hari dengan metode konvensional.

Hasil pengamatan yang dilakukan menggunakan YOSI BOX, yolk dapat terserap penuh dalam waktu 8 jam saja.  Hal ini menandakan adanya inovasi alat ini dapat mempercepat proses terapi sehingga lebih efektif dan efisien. Selain itu beberapa tukik yang masih sebagian belum lepas dari cangkang akhirnya dengan leluasa bisa keluar.

Berita terkait : Kabar Tukik Setelah Terapi dengan YOSI BOX

Penelitian akan terus berlanjut sesuai dengan pendidikan, pengembangan keilmuan, dan pengabdian masyarakat. “Kami berharap hasil penelitian ini bisa diaplikasikan secara luas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya para penggiat konservasi penyu” Ujar Aditya selaku tim peneliti.

Diharapkan, usaha pelestarian yang diupayakan bisa meningkatkan kesiapan hidup tukik di habitatnya sehingga dapat melanjutkan siklus hidupnya sebagai penyu dewasa dan kembali bertelur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *