KABAR FIKKIA – Semangat emansipasi dan pemberdayaan perempuan menggema di Aula Kampus Mojo FIKKIA Universitas Airlangga pada Sabtu (25/4/2026). Kementerian Sosial dan Politik BEM FIKKIA 2026 sukses menyelenggarakan agenda Hervolution. Pertemuan inisiatif untuk memperingati Hari Kartini sekaligus membekali mahasiswi dengan wawasan peran perempuan di era modern.
40 mahasiswi dari berbagai program studi kedokteran, kesehatan masyarakat, akuakultur, dan kedokteran hadir pagi itu . Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan Alqoniev Doelfif (KESMAS 2023) Presiden BEM FIKKIA 2026, yang menekankan pentingnya ruang bagi perempuan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Hadir juga Wakil Dekan III Susy Katikana Sebayang, SP., M.Sc., Ph.D. sebagai representasi pemimpin perempuan. Dalam sambutannya, Susy mengulas sejarah Break the Ceiling. Sebuah metafora yang mengartikan usaha untuk mengatasi hambatan tak terlihat dalam hierarki profesional atau sosial. Hierarki sering dianggap menjadi penghalang kemajuan perempuan dalam menggapai karir maupun kedudukan strategis yang didominasi laki-laki.

R.A. Kartini adalah pembuka pintu utama bagi kesetaraan perempuan hingga saat. Buah pikirnya telah menginspirasi banyak perempuan Indonesia untuk dapat berkarya, berani, dan memperjuangkan hak yang setara dengan laki-laki. Beliau juga mengajak para mahasiswi FIKKIA untuk merefleksikan perjuangan Kartini yang wafat pasca melahirkan, sebuah pesan mendalam agar perempuan terus berdaya di barisan depan pembangunan bangsa.
Simbol Berani dalam Setangkai Mawar
Sebagai puncak acara, seluruh peserta dan panitia membagikan 55 tangkai bunga mawar merah ke pengguna jalan, terutama perempuan. Mawar merah dimaknai sebagai kekuatan dan keberaian perempuan dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dalam budaya populer barat, mawar merah juga memiliki arti penghormatan atas pengorbanan yang telah dilakukan seseorang.
Pembagian mawar sekaligus membawa misi mendobrak stigma gender yang selama ini menempatkan perempuan hanya sebagai “penerima” bunga. Melalui pembagian 55 mawar ini, mahasiswi FIKKIA menegaskan bahwa emansipasi berarti memiliki inisiatif untuk memberi. Bahwa keberanian tidak hanya datang dari laki laki. Perempuan juga memiliki keberanian untuk berkarya, berkompetisi, dan memberi apresiasi kepada siapapun. Termasuk kepada laki-laki, sebagai representasi kesetaraan di ruang publik.
Melalui Hervolution 2026, mahasiswi FIKKIA diharapkan mampu meneruskan api perjuangan Kartini dengan cara-cara yang adaptif, berani mengambil peran, dan memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar.
Penulis: Satria Farely
Editor: Avicena C. Nisa
