BERITA SIKIA – Banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang memasuki usia produktif antara 15-64 tahun (69,30 %), membawa tantangan dan potensi tersendiri bagi perkembangan dan kemajuan diberbagai sektor. Istilah bonus demografi dapat menjadi momen titik kemajuan Indonesia apabila ketersediaan usia angkatan kerja usia produktif dapat terserap merata dan optimal. Penyediaan lapangan kerja menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi tersebut.
Peran dan inovasi mahasiswa sebagai kaum muda dalam mengambil peluang menjadi wirausaha juga dibutuhkan. Dalam sharing session Mata Kuliah Kewirausahaan Program Studi Akuakultur SIKIA-UNAIR mengundang pendiri startup Bidfish.id pada Senin (01/11/2022) sebagai pemateri. Bidfish didirikan oleh Zulfadli, pemuda asli Bontang Kalimantan Timur yang mengambil peluang bisnis perikanan pertama yang diperjualbelikan secara online.
Diakui oleh Zulfadli, merintis bisnis ketika menjadi mahasiswa membutuhkan usaha dan pemikiran ekstra karena ada tanggung jawab akademis yang harus diselesaikan. Disamping itu, berstatus mahasiswa bisa dijadikan peluang memulai jejaring kolaborasi yang dibutuhkan dalam merintis bisnis. Pada pemaparan yang dihadiri Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si. dan Arif Habib Fasya, S.Pi., M.P. beserta 42 mahasiswa, Zulfadli sedikit menceritakan bagaimana cara menjaga motifasi yang kuat dalam menjalankan wirausaha. Rasa kurang percaya diri kerap membayangi mahasiswa karena menilai diri sendiri tidak cukup pengalaman dan pengetahuan. Motifasi yang dangkal dapat menjadi penghalang dalam mengembangkan bisnis.
Baca juga : Sharing Session Pengusaha Inovatif Akuakultur “Membangun Indonesia dari Pesisir”
Sebagai wirausaha yang juga merintis bisnis ketika menjadi mahasiswa, Zulfadli pun membagikan tips kepada mahasiswa semeter 3 yang hadir di Ruang Kuliah 102 SIKIA-UNAIR Kampus Giri
- Niat dan tekad kuat. Kesuksesan yang didapat saat ini merupakan hasil kerja keras dan kegagalan berulang yang didapat ketika merintis usaha. Kegagalan tersebut menjadi pelajaran berharga bagaimana ia memperbaiki alur bisnisnya. Kegagalan tidak menyurutkan tekad untuk meneruskan bisnisnya. Ada cita-cita yang harus diwujudkan sehingga makin memantapkan niat, belajar dari kegagalan yang telah dialami.
- Tahu apa yang diinginkan. Berfikir optimis dan realistis. Menciptakan tujuan penting dari usaha yang dibangun. Mengetahui setiap proses yang harus dilalui ketika merintis bisnis sehingga kita tahu mana yang menjadi prioritas dan fokus yang dijalankan.
- Haus ilmu. Belajar apa yang menjadi kebutuhan, tidak hanyut terbawa arus informasi. Belajar tidak harus di dalam kelas, lingkungan sekitar memberi pengalaman yang tidak didapat melalui kurikulum kampus. Mengasah jiwa kepemimpinan, kemampuan adaptasi, kreatif dan inovatif, managemen pemecahan masalah (responsif), dan kecerdasan emosional (empati) dapat diperoleh dengan kita peka pada lingkungan sosial
- Terus belajar. Mengasah kemampuan dan tidak cepat berpuas diri menjadi kunci mengembangkan softskill dan hardskill
- Memiliki panutan (mentor). Mentor dibutuhkan sebagai orang yang sudah berpengalaman, Zulfadli menuturkan bahwa sebagai pengusaha tidak perlu bertahun tahun bereksperimen apabila dapat belajar dari setiap kegagalan dan keberhasilan mentor. Pelajaran yang bisa diambil disetiap kegagalan dan keberhasilan orang lain sebelum diterapkan pada diri sendiri.
- Membangun pertemanan. Menciptakan ekosistem dan iklim pertemanan yang kolaboratif dan positif. Mendesain diri sendiri agar membentuk lingkungan yang kompetitif dan inovatif. Berkumpul dengan sesama pengusaha yang sesuai kebutuhan. Dengan demikian terbentuklah ekosistem yang saling menguatkan dan peluang kolaborasi dapat tercapai.
- Akses Pendanaan. Saat menyandang status mahasiswa, terdapat penawaran pemodalan yang sifatnya aman bagi pemula. Ikut serta dalam kompetisi wirausaha muda yang diselenggarakan Kemendikbudristek. dapat menjadi awal semangat menjadi wirausaha. Mencari investor menjadi salah satu cara mendapatkan modal usaha, disinilah kemampuan negosiasi dan membranding diri diandalkan. Tidak mudah menyerah dalam mencari investor yang diajak berkerja sama.
“Jika penawaran pertama ditolak, tawarkan lagi aja. Nego sampai jadi” tutup Zulfadli.
Akhir sharing session tidak lupa Darmawan Setia Budi yang juga Keprodi Akuakultur memberikan cendera mata dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Penulis : Choirun Nisa
Editor : Choirun Nisa
