KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) turut mendukung penyelenggaraan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas di Plaza Airlangga Lantai 5, Kampus MERR-C, Surabaya. Kegiatan pada Sabtu (01/08/2026) yang merupakan hari ketiga PKKMB itu membekali wawasan mengenai pengembangan jiwa kewirausahaan dan pemanfaatan kecerdasan buatan. UNAIR mendorong mahasiswa menjadi generasi yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi integritas akademik.
Student Entrepreneur
Kepala Departemen FIKKIA, Faisal Fikri, drh., M.Vet. menyebut entrepreneur melahirkan inovasi, menghadirkan solusi sosial, dan menciptakan nilai. Saat ini UNAIR berkomitmen melampaui pencapaian keunggulan akademik konvensional menuju transformasi kelembagaan yang berorientasi pada dampak, keberlanjutan, dan daya saing global. Entrepreneurial university tidak dimaknai secara sempit sebagai universitas yang menjalankan kegiatan bisnis, melainkan sebagai universitas yang memiliki kemampuan kolektif untuk menciptakan nilai melalui pendidikan, riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan usaha berbasis pengetahuan.
“Bagi mahasiswa tahap pencarian ide bermula saat pembelajaran dasar bersama, tahap pra start up melalui Airlangga Young Entrepreneur, hingga Business Assessment di Tahap Final AYE,” sebutnya.
Lanjutkan membangun bisnis dan kelembagaan bisnis secara serius di Airlangga Startup and Innovation (ATAVI) untuk membangun perusahaan yang tidak hanya mampu memulai, tetapi juga bertahan, bertumbuh, dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kemudian di scaling up melalui Airlangga Enterprise dan Holding Company Universitas Airlangga. Mari menjadikan universitas sebagai tempat melahirkan inovator, pencipta lapangan kerja, dan pemimpin masa depan.
“Jadilah generasi yang membangun perusahaan yang bertumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ajaknya.
Kebijakan Penggunaan AI
Dosen S1 Kesehatan Masyarakat FIKKIA, Bagas Abdillah, S.KM., M.Sc. mengatakan UNAIR mendukung penuh inovasi digital dan kecepatan termasuk penggunaan kecerdasan buatan. Tapi tidak boleh digunakan tanpa pengendalian dari pengguna. Mahasiswa harus bisa memegang kendali kemudi untuk navigasi, membaca peta konsep, dan kerangka. Berbagai penggunaan Ai dapat dilakukan asal bertujuan asisten belajarmu yang legal. Mulai dari brainstorming kerangka ide kreatif, meringkas jurnal, mengecek tata bahasa, maupun simulasi tanya jawab ujian.
“Tiga prinsip UNAIR dalam penggunaan Ai adalah cerdas, jujur, dan bertanggung jawab sebagai bentuk etika akademik yang perlu dijaga,“ katanya.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terkait orisinalitas dan integritas akademik yang wajib dijunjung tinggi civitas akademika Universitas Airlangga. Tetap lihat rambu integritas yang ada. Mahasiswa diperbolehkan menggunakan Ai untuk mengecek ejaan, mencari ide awal, meringkas materi, dan menerjemahkan. Ksatria airlangga dilarang keras menggunakan joki tugas full Ai, menyontek saat ujian, maupun membuat kutipan palsu. Dalam pengolahan data dan penyusunan draft juga harus melalui proses pengeditan ulang dan deklarasi penggunaan Ai.
“Konsekuensi pelanggaran bagi mahasiswa seperti pengurangan nilai, pembatalan hasil ujian, bahkan drop out,” tuturnya dalam materi terintegrasi dari Pusat Inovasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (PIPTP) UNAIR itu.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
