KABAR FIKKIA – Dibalik penanganan medis yang terus berkembang, gaya hidup tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pengendalian penyakit tidak menular (PTM). Penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung tidak hanya dipengaruhi oleh faktor medis, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari yang sering kali diabaikan. Gaya hidup menjadi faktor penentu yang berperan besar dalam menjaga kestabilan kondisi kesehatan penderita PTM.
Berbeda dengan pengobatan yang menyembuhkan, penerapan gaya hidup sehat lebih menekankan pada upaya pencegahan pengendalian jangka panjang. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup penderita. Dosen Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR Ayik Mirayanti Mandagi S.KM., M.Kes menjelaskan bagaimana kebiasaan harian berpengaruh pada kondisi kesehatan.

Kebiasaan Sehari-hari yang Menentukan Kondisi Kesehatan
Gaya hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan satu aspek, tetapi merupakan kombinasi dari berbagai perilaku yang saling mendukung. Salah satu di antaranya adalah aktivitas fisik. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki secara rutin mampu membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh serta meningkatkan kebugaran.
Selain itu, kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi hal yang tidak kalah penting. Banyak penderita PTM yang mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat ketidakteraturan dalam mengonsumsi obat.
“Penderita PTM harus tetap patuh dalam menjalani pengobatan. Ketidakteraturan konsumsi obat dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara signifikan,” ujar dosen yang akrab disapa Ayik tersebut
Tidak hanya itu, pemantauan kondisi kesehatan secara mandiri juga menjadi bagian penting dalam gaya hidup sehat. Pemeriksaan rutin seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah dapat membantu mendeteksi perubahan kondisi sejak dini.
Peran Hidrasi dan Keseimbangan Tubuh
Aspek lain yang sering diabaikan adalah kecukupan cairan tubuh. Mengingat air merupakan komponen utama tubuh manusia. Air bermanfaat melancarkan aliran darah yang membawa nutrisi ke sel tubuh sekaligus membuang racun yang dihasilkan organ vital. Dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang berdampak pada berbagai fungsi tubuh, termasuk kerja jantung dan metabolisme.

Keseimbangan cairan dalam tubuh berperan penting dalam menjaga stabilitas kondisi kesehatan, terutama pada penderita penyakit kronis yang lebih rentan terhadap perubahan fisiologis. Jadi pastikan konsumsi air berimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh sehari. Kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda. Dilansir dari laman kemenkes.go.id kebutuhan rata-rata harian asupan air putih harian sekitar delapan gelas (230ml) atau 2 liter pada orang dewasa normal.
Gaya Hidup sebagai Strategi Jangka Panjang
Peneliti bidang epidemiologi itu menambahkan, penerapan gaya hidup sehat tidak memberikan hasil instan, namun berperan sebagai strategi jangka panjang dalam pengendalian PTM. Kombinasi antara aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, pemantauan kesehatan, dan hidrasi yang baik dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pendekatan ini menempatkan individu sebagai pusat pengendalian kesehatan. Kesadaran dan konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan untuk hidup yang lebih berkualitas.
“Pengendalian penyakit tidak menular tidak hanya bergantung pada pola makan, tetapi juga pada gaya hidup secara menyeluruh yang dilakukan secara konsisten,” tutup Ayik
Penulis: Annisa Dwi Cahyani
Editor: Avicena C. Nisa
