KABAR FIKKIA – Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam UNAIR menyelenggarakan webinar yang bertajuk “Ngobrol AYE, Belajar dari Sang Juara” pada Jumat (06/03/2026). Airlangga Young Entrepreneur (AYE) merupakan program inkubasi wirausaha mahasiswa yang rutin diadakan UNAIR tiap tahunnya. Salah satu pemenang pendanaan AYE 2024 diraih oleh tim Dumbo Prime Breeding Center (Dumbo). Tim Dumbo terdiri dari Andhika Mufid Prayogo (AKUA 23), David Pandapotan Batubara (AKUA 23), dan Umar Jianshih Qalbun Salim (AKUA 23). Mereka hadir berbagi pengalaman, strategi, dan tantangan di kompetisi AYE yang akan diselenggarakan dalam beberapa minggu ke depan.
Webinar diikuti oleh 30 peserta dari berbagai angkatan prodi akuakultur. HIMAKUA sengaja menghadirkan tim peraih Bisnis Terbaik 2 AYE 2024 dengan tujuan meningkatkan minat dan partisipasi wirausaha pada mahasiswa. terutama bidang perikanan.
Katua tim Dumbo Andika menuturkan, kegiatan AYE meliputi berbagai macam aktivitas seperti bootcamp, mentoring dan pendaan untuk bisnis. Mahasiswa mendapat pendampingan langsung Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni UNAIR.
Pemilihan topik bermula dari keresahan atas permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Mahasiswa yang akrab disapa Dika itu menceritakan, tidak banyak penyedia benih ikan lele dumbo di Banyuwangi. Sehingga, ia bersama timnya melakukan analisa terhadap potensi dan peluang usaha pembenihan ikan lele.
“Banyuwangi punya banyak pembudidaya dan penjual lele, tetapi untuk usaha pembenihan masih sedikit. Jadi, pembudidaya harus beli benih dari luar daerah yang menambah cost pengiriman.” Ungkap Dika
Tim Dumbo memanfaatkan peluang tersebut untuk membentuk usaha pembenihan lele. Harapannya, pembudidaya lebih mudah mendapatkan benih unggul dengan harga yang lebih terjangkau.
Berbagi Strategi dan Tantangan
Utamanya berbisnis, menentukan urgensi sangat diperlukan. Analisis SWOT yang dibuat harus kuat, rancangan pendanaan yang ditulis harus realistis dan juga perlu adanya kerja sama tim yang baik. Penulisan proposal juga harus menyesuakan ketentuan pihak penyelenggara. Selain strategi, Umar juga berbagi tantangan yang dihadapi oleh Tim Dumbo selama mengikuti kompetisi AYE
“Tantangan yang kami hadapi utamanya karena beberapa acara memerlukan kedatangan di kampus pusat (Surabaya). Jika tidak datang akan ada pengurangan poin. Hal-hal seperti itu memerlukan banyak waktu, tenaga dan juga biaya. Managemen waktu dan sumberdaya sangat dibutuhkan disini.” jelas Umat
Menanggapi tantangan tersebut, David memberikan solusi untuk membuat tim dengan teman yang berada di UNAIR Surabaya untuk mempermudah dan mempercepat koordinasi.
Mengakhiri webinar tersebut, Tim Dumbo turut memberikan memberikan semangat kepada mahasiswa yang berencana mengikuti kompetisi AYE 2026.
“Jangan terlalu dipikirin kalau mau ikut, langsung ikut aja jangan overthinking takut kalah atau gimana yang penting take action dulu,” tutup Andika
Penulis: Sabitha Helmi
Editor: Avicena C. Nisa
