FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

KPS PPDH FIKKIA UNAIR Kunjungi KPSBU Buka Dialog Penguatan Koperasi Susu dan Peluang Kerja Sama

KABAR FIKKIA – Dalam upaya memperkuat jejaring kemitraan dan meningkatkan kualitas pendidikan profesi dokter hewan, Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FIKKIA UNAIR melakukan kunjungan ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Kunjungan tersebut berlangsung pada Kamis (2/7/2026) dengan disambut langsung oleh drh. Ramdan Sobahi (Sekretaris KPSBU) dan drh. Fathul (Kepala Bidang Keswan dan IB KPSBU). Turut hadir pula mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR yang sedang melaksanakan koasistensi ditempat itu.

Bertukar Pikiran Pengembangan Koperasi Susu

KPS PPDH FIKKIA, Amung Logam Saputro, drh., M.Si. mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk belajar mengenai pengelolaan salah satu koperasi susu sapi perah besar di Indonesia yang telah berkembang pesat. Pengelolaan KPSBU untuk peternak susu sapi juga sangat profesional dalam hal pelayanan kesehatan ternak dan inseminasi buatan. Dokter hewan, paramedik, dan tim potong kuku siap memberikan pelayanan untuk wilayah yang tersebar dari ujung utara Kota Bandung hingga selatan Kabupaten Subang. Seluruh biaya pelayanan tersebut juga sudah masuk kedalam keanggotaan koperasi dari potongan susu yang disetorkan masyarakat.

“Saat ini peternakan kambing perah di Jawa Timur masih menghadapi tantangan berupa siklus yang dapat membuat gulung tikar karena tidak ada penyerapan hasil produksi,” ujar dosen Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR itu.

Diskusi KPS PPDH dan Sekretaris KPSBU. Sumber: Istimewa

Peluang implementasi model pengelolaan tersebut pada pengembangan usaha kambing perah untuk wilayah timur Pulau Jawa  berbasis komunitas di bawah koperasi yang sekarang ini belum ada. Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan menyoroti aspek kelembagaan koperasi, tata kelola produksi, peningkatan kualitas susu, hingga pemberdayaan peternak sebagai fondasi pengembangan agribisnis peternakan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut menurut drh. Ramdan Sobahi, awal perkembangan KPSBU turut didukung oleh pembukaan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang untuk mengakomodir pembuatan straw semen untuk sapi perah jenis Friesian Holstein. Tenaga inseminator buatan yang telah dilatih sebagai aset pendukung BIB tersebut juga bekerja di KPSBU. Sehingga sumber daya manusia adalah salah satu penguat paling penting dalam pengembangan koperasi susu dari ruminansia perah untuk produksi yang berkelanjutan.

“KPSBU turut merasakan dampak langsung dari merebaknya penyakit mulut dan kuku. Produksi anjlok, namun dengan SDM dan penanganan yang ada saat ini produksi berjalan menuju normal,” jelas drh. Ramdan.

Buka Peluang Kerjasama

Selain membahas pengembangan koperasi, pertemuan juga menghasilkan pembahasan awal mengenai peluang kerja sama antara FIKKIA Universitas Airlangga dan KPSBU Lembang dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Saat ini, terdapat tiga mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR pertama yang melakukan koasistensi PKL Kesehatan Ternak Besar di KPSBU Lembang.

Koperasi tersebut memiliki potensi besar sebagai wahana pembelajaran bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FIKKIA dengan pengalaman lapangan yang komprehensif. Khususnya dalam manajemen kesehatan ternak perah, reproduksi, kesehatan ambing, manajemen produksi susu, hingga penanganan kasus-kasus klinis pada ternak besar.

Sehingga mahasiswa dapat memperkaya kompetensi melalui pengalaman praktik bedah pada ternak besar seperti hernia, corpora alinea, LDA, RDA, dan sectio caesaria bersama dokter hewan berpengalaman. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam meningkatkan keterampilan klinis dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja profesional.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *