FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu Akuakultur Bahas Pemanfaatan Pakan Herbal sebagai Feed Additive

KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur FIKKIA Universitas Airlangga kembali menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Herbs as Feed Additives in Aquaculture” pada Rabu (01/04/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh 36 mahasiswa semester 6, serta dosen pengampu dan civitas akademika FIKKIA lainnya sebagai bagian dari penguatan materi pembelajaran di bidang nutrisi dan pakan akuakultur.

Kuliah tamu menghadirkan Dr. Norfazreena Mohd Faudzi merupakan pengajar di Institut Marin Borneo, Universiti Malaysia Sabah, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Dr. Norfazreena membahas secara detail terkait perkembangan industri akuakultur serta inovasi penggunaan bahan herbal sebagai feed additive yang lebih ramah lingkungan.

Pakan Jadi Komponen Biaya Terbesar

Dr. Norfazreena menjelaskan bahwa pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya, yaitu mencapai 60–70% dari total produksi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, kesehatan, serta produktivitas ikan.

“Pakan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan budidaya, karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan,” ujar Dr. Norfazreena.

Herbal sebagai Alternatif Feed Additive

Dr. Norfazreena menjelaskan bahwa feed additive merupakan bahan tambahan dalam jumlah kecil yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan. Bahan pakan tambahan meningkatkan pertumbuhan, daya cerna, serta sistem imun ikan. Namun, penggunaan bahan sintetis memiliki keterbatasan, seperti harga yang mahal, risiko residu dalam tubuh ikan, serta dampak terhadap lingkungan.

Penggunaan bahan herbal dapat menjadi pilihan yang dapat dikembangkan. Herbal feed additive merupakan bahan alami berbasis tanaman yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ikan secara lebih aman dan ramah lingkungan. Beberapa jenis herbal yang umum digunakan di Asia Tenggara antara lain bawang putih, kunyit, bunga kantan, dan daun sirih. Tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, serta imunostimulan.

“Penggunaan herbal lebih ekonomis, aman, dan berkelanjutan dibandingkan bahan sintetis,” ucap Dr. Norfazreena.

Metode Aplikasi dan Efektivitas Herbal

Pengaplikasian herbal dalam pakan dapat dilakukan dalam beberapa metode, yaitu dalam bentuk bubuk, ekstrak, maupun fermentasi. Metode bubuk merupakan cara paling sederhana dan cocok untuk skala kecil, sedangkan metode ekstrak menghasilkan konsentrasi senyawa aktif yang lebih tinggi. Adapun metode fermentasi dinilai lebih efektif karena mampu meningkatkan kecernaan serta mengurangi kandungan antinutrisi dalam bahan pakan.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait efektivitas penggunaan herbal dalam budidaya ikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan penyerahan e-sertifikat, ucapan terima kasih, serta dokumentasi bersama. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru terkait inovasi dalam bidang pakan, khususnya feed additive, serta penerapannya dalam akuakultur.

Penulis: Kurnia Maulida Farashovy

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *