KABAR FIKKIA – Mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR melaksanakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa Sekolah Kebangsaan Sungai Berua, Kuala Terengganu, Malaysia, pada Rabu (23/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat internasional yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan anak usia sekolah.
Sebanyak 30 siswa mengikuti kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan bersama mahasiswa Fakulti Perniagaan Ekonomi dan Pembangunan Sosial (FPEPS) University of Malaysia Terengganu (UMT). Program tersebut mengangkat tema PHBS sebagai salah satu upaya membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri untuk mencegah berbagai penyakit menular. Materi yang disampaikan mencakup praktik hidup bersih sehari-hari serta pentingnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun.

Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah praktik cuci tangan yang baik dan benar. Mahasiswa mendampingi peserta untuk mempelajari setiap tahapan mencuci tangan, mulai dari membasahi tangan, menggunakan sabun, membersihkan sela-sela jari, hingga membilas dan mengeringkan tangan dengan benar.
Materi disampaikan melalui pendekatan learning by playing yang menggabungkan permainan edukatif, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan peserta selama proses pembelajaran sekaligus membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah.
Selama kegiatan berlangsung, siswa berpartisipasi aktif dalam setiap sesi. Praktik langsung menjadi salah satu metode yang membantu peserta memahami penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
Untuk mengukur efektivitas program, tim mahasiswa melakukan evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai PHBS serta kemampuan mempraktikkan langkah cuci tangan yang benar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang diterapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan kesehatan pada peserta.
Program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat dalam konteks komunitas internasional sekaligus berkontribusi pada upaya promosi kesehatan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar mengenai perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program promosi kesehatan berbasis komunitas.
Penulis: Tifanny Beladin
Editor: Avicena C. Nisa
