FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa KH FIKKIA Presentasikan Paper Fluorescence Imaging Dirofilaria Immitis di WVAC 2026 Tokyo

KABAR FIKKIA – Ditengah pesatnya perkembangan ilmu kedokteran hewan secara global, Universitas Airlangga Kembali andil dalam pendalaman riset penelitian. Ibnu Sadidan Fil Iman (KH 23), Edrinnov Farras Kusdaryanta (KH 24), dan Alimatus Tsaniyah (KH 24)  dari Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR hadir di forum ilmiah veteriner benrgengsi. Ibnu (KH 23) mewakili tim Kedokteran Hewan mempresentasikan paper hasil riset mereka di ajang internasional bergengsi 41st World Veterinary Association Congress (WVAC) 2026 yang digelar di Tokyo International Forum, Jepang, pada 21–24 April 2026.

Metode Diagnosis Dirofilariasis Baru

Paper yang dipresentasikan Ibnu Sadidan tentang Visualisasi In Vivo Dirofilaria immitis dengan Fluorescence Imaging. Penelitian ini berfokus pada pengembangan metode diagnostik baru untuk penyakit dirofilariasis, yang disebabkan oleh nematoda intravaskular Dirofilaria immitis. Parasit ini menyerang sistem kardiopulmoner anjing dan memiliki implikasi zoonotik yang serius bagi kesehatan manusia.

Selama ini, metode diagnosis dirofilariasis masih terbatas pada deteksi tidak langsung. Uji antigen komersial, yang hanya mendeteksi cacing betina dewasa dan berisiko menghasilkan hasil negatif palsu pada infeksi dini, infeksi jantan, atau infeksi okult. Pemeriksaan mikroskopis mikrofilaria, yang bergantung pada keterampilan operator dan tidak mampu memberikan visualisasi langsung terhadap cacing dewasa dalam sistem vaskular.

Presentasi perwakilan tim kedokteran hewan FIKKIA. Sumber: Istimewa

Keterbatasan ini menimbulkan kesenjangan ilmiah yang signifikan. Tim KH FIKKIA mencoba menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan baru yaitu dengan fluorescence imaging berbasis tracer biokompatibel non-ionizing. Teknologi ini memungkinkan visualisasi parasit secara real-time di dalam tubuh tanpa menggunakan radiasi pengion berbahaya, sehingga lebih aman dan berpotensi dikembangkan sebagai metode diagnostik komplementer di masa depan.

Paper ini tidak hanya menawarkan konsep baru, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan diagnostik veteriner dimasa mendatang. Dengan visualisasi in vivo, tenaga veteriner dapat: Mengidentifikasi keberadaan Dirofilaria immitis lebih cepat dan akurat, Mengurangi risiko hasil negatif palsu yang sering terjadi pada metode konvensional, Memberikan gambaran langsung tentang lokasi dan jumlah parasit dalam sistem vaskular. Memperkuat pendekatan One Health, karena dirofilariasis memiliki implikasi zoonotik yang dapat memengaruhi kesehatan manusia.

Pendekatan ini juga sejalan dengan tren global yang menuntut inovasi diagnostik berbasis teknologi mutakhir, presisi tinggi, dan keamanan pasien.

Respon Audiens Internasional

Presentasi ini mendapat sambutan positif dari audiens internasional. Beberapa peneliti senior, termasuk Dr. Filipe Dantas-Torres, memberikan apresiasi sekaligus masukan yang bermanfaat untuk paper ini.

“Alhamdulillah, respon audiens cukup positif. Walaupun kami menyadari masih banyak kekurangan, namun arahan yang kami terima justru menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga,” ungkap Ibnu.

Keberhasilan paper ini menegaskan komitmen KH FIKKIA Unair dalam melahirkan inovasi diagnostik veteriner yang relevan dengan tantangan global. Partisipasi mahasiswa di WVAC 2026 tidak hanya memperkuat reputasi Unair sebagai institusi pendidikan kedokteran hewan terkemuka, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi nyata di panggung internasional.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *