FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mental Tangguh dan Skill Komunikasi Kunci Tantangan dunia Kerja Angkatan Kerja Gen Z

KABAR FIKKIA – Kehidupan pasca kampus menjadi ketakutan tersendiri bagi mahasiswa yang sekarang sedang menghabiskan masa masa akademiknya. Berbagai peluang sekaligus tuntutan dunia kerja terus berkembang semakin kompetitif. Kebutuhan industri saat ini tidak hanya menuntut kemampuan akademis yang dibuktikan melalui angka nilai IPK. Lebih dari itu soft skills dan jejaring yang dibangun di Kampus juga penting dikembangkan sebagai penguatan kompetensi.

Lalu, apa yang harus dipersiapkan angkatan kerja generasi Z untuk mengasah soft skills itu? Kontributor FIKKIA NEWS berhasil mengumpulkan perspektif alumni berdampak. Alumni tersebut diantaranya drh. Anggun Mochammad Yusuf (KH 14), drh. Aditya Yudha Pradika (KH ) Aisyah Rizki Syailina (AKUA 21), Fakhriyyah (AKUA 19), Oktario Dinansa Khoir (KESMAS 21), Bagas Aidi (KESMAS 17). Mereka secara khusus hadir di Employer Meeting 2026 yang diadakan FIKKIA di Kokoon Hotel Banyuwangi Jumat (10/04/2026).

Kehadiran alumni lintas angkatan tersebut memberikan perspektif yang beragam terkait perjalanan karier, tantangan profesional, serta relevansi proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Asah Skill Komunikasi dan Ketahanan Mental

Para alumni menekankan pengalaman perkuliahan bukan hanya soal akademik, melainkan juga proses pembentukan karakter melalui organisasi, kegiatan lapangan, dan interaksi sosial yang intens di lingkungan kampus.

Mereka konsisten menyoroti dua kompetensi utama yang dianggap sangat menentukan keberhasilan karier, yaitu public speaking dan mental toughness (ketahanan mental). Kedua aspek ini dinilai sebagai keterampilan non-akademik yang sering menjadi pembeda antara lulusan yang mampu beradaptasi cepat dan yang mengalami kesulitan di awal karier.

Public speaking dipandang bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis, persuasif, dan profesional. Dalam dunia kerja, kemampuan ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan komunikasi lintas profesi, presentasi ide, hingga koordinasi tim.

“Di dunia kerja, kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan percaya diri menjadi kunci. Bukan hanya isi gagasannya, tetapi bagaimana cara kita mengkomunikasikannya agar bisa diterima.” Ungkap Oktario yang saat ini berkarir sebagai Ahli K3 Umum PT Malinau Hijau Lestari.

Sementara itu, ketahanan mental menjadi aspek yang tidak kalah penting. Para alumni menegaskan bahwa transisi dari dunia kampus ke dunia kerja sering kali dihadapkan pada tekanan, target, kritik, serta tuntutan adaptasi yang cepat. Tanpa kesiapan mental yang baik, individu akan kesulitan bertahan dalam fase awal karier.

“Tekanan kerja itu nyata. Deadline, tanggung jawab, dan ekspektasi tinggi adalah hal yang harus dihadapi setiap hari. Di sinilah mental benar-benar diuji,” Ungkap Bagas, Field Officer Noora Health Indonesia

Organisasi dan Kerjasama Tim

Bekerja tidak sama dengan tugas individu, oleh karena itu pengalaman organisasi kemahasiswaan, kepanitiaan, dan kegiatan kampus memiliki peran signifikan dalam membentuk public speaking dan mental yang kuat. Aktivitas tersebut menjadi ruang latihan nyata dalam menghadapi tekanan, menyampaikan pendapat, mengelola konflik, serta bekerja dalam tim dengan berbagai karakter individu.

Narasumber menyampaikan harapan agar FIKKIA terus memperkuat ekosistem pengembangan soft skills mahasiswa melalui berbagai program yang lebih terstruktur.  Pelatihan komunikasi, forum diskusi ilmiah, hingga peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kepemimpinan. Hal ini dinilai penting untuk menjawab tantangan Generasi Z yang akan memasuki dunia kerja dengan karakteristik industri yang semakin cepat berubah dan berbasis kolaborasi.

Sebagai penutup, para alumni menggambarkan kegiatan forum ini dengan tiga kata, yaitu “reflektif”, “inspiratif”, dan “membangun”. Pertemuan ini telah menjadi ruang pembelajaran lintas generasi yang memperkuat sinergi antara alumni dan institusi dalam mencetak lulusan FIKKIA Universitas Airlangga Banyuwangi yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan kemampuan komunikasi dan mental yang kuat.

Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *