FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Sensasi Night Safari Perkuat Kompetensi Mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR di Bidang Medik Konservasi Satwa Liar

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi kembali berkesempatan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Medik Konservasi Satwa Liar. Mereka adalah dokter hewan muda dari Kelompok 2 – Gelombang III dengan anggota yaitu Cheisa Alfi Yudha Nasrulloh, Muhammad Fikri Syamsuri, dan Ghulam Naufal Rafi Uttaqi. Kegiatan koasistensi itu sendiri berlangsung mulai Senin (29/6/2026) hingga Sabtu (25/7/2026) di Grand Taman Safari Indonesia, Prigen.

Pengalaman Tangani Berbagai Hewan dan Dampingi NCFA

Mahasiswa Kelompok 2 Gelombang III PPDH FIKKIA yang di nakhodai Cheisa Alfi Yudha Nasrulloh mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas medik bersama dokter hewan maupun keeper bagi koleksi milik Grand Taman Safari Indonesia, Prigen. Mulai dari observasi kesehatan satwa, pendampingan tindakan veteriner, manajemen kesejahteraan satwa, hingga memahami sistem pengelolaan konservasi. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kompleksitas penanganan satwa liar.

Presentasi hasil pendampingan tindakan veteriner. Sumber: Istimewa

Salah satu kegiatan dengan pengalaman berkesan adalah memberikan pendampingan pengunjung Night Carnivore Feeding Adventure (NCFA) yang diselenggarakan setiap malam Minggu. Mereka berkesempatan memberikan penjelasan mengenai perilaku satwa sembari merasakan sensasi memberi makan satwa predator seperti harimau, singa, dan beruang untuk pengunjung. Aktivitas unik di balik jeruji mobil tersebut turut memberikan edukasi manajemen perilaku satwa karnivora yang lebih dominan beraktivitas malam hari untuk makan.

“Pengunjung diajak merasakan sensasi menegangkan memberi makan predator seperti harimau, singa, dan beruang dari balik mobil berjeruji yang dibuka setiap malam minggu,” ungkapnya.

Bangun Komunikasi Interaktif dengan Pengunjung

Cheisa menyadari dari pendampingan pengunjung juga menyadari kompetensi seorang calon dokter hewan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan klinis dan pengetahuan teoritis. Kemampuan berkomunikasi dengan pengunjung ataupun klien untuk memberikan edukasi yang mudah dipahami, serta menyampaikan informasi secara profesional menjadi bagian penting dalam praktik kedokteran hewan modern.

Kehadiran turis mancanegara turut mendorong mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa asing. Penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi menjadi pengalaman berharga meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin global.

“Mahasiswa koasistensi lebih sadar tidak bisa mengandalkan skill teoritis saja. Namun juga harus bisa memberikan pemahaman edukasi yang jelas, dan penggunaan bahasa asing,” tuturnya

Bagi mereka PKL Medik Konservasi Satwa Liaru itu juga membuka kesempatan mahasiswa untuk membangun jejaring profesional dengan para dokter hewan konservasi dan praktisi satwa liar yang memiliki pengalaman luas di bidangnya. Terutama dokter hewan di Grand Taman Safari Indonesia Prigen yang memiliki bekal akademik yang kuat dan kualitas bahasa inggris untuk komunikasi sangat mumpuni. Interaksi menjadi sarana berbagi ilmu, pengalaman klinis, hingga pengembangan karier akademik maupun profesional di masa depan. Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mendukung upaya pelestarian satwa liar dan pengembangan medik konservasi veteriner di Indonesia.

Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *