KABAR FIKKIA – Sebanyak 75 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menyandang status sebagai alumni setelah mengikuti Wisuda UNAIR Periode 263. Prosesi wisuda berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR, Surabaya, Minggu (30/8/2026).
Sebanyak 75 lulusan tersebut terdiri atas 27 lulusan Program Studi S1 Akuakultur, 31 lulusan Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, dan 17 lulusan Program Studi S1 Kedokteran Hewan.
Prosesi wisuda dihadiri para lulusan bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Wisuda menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan sarjana yang telah dilalui mahasiswa, mulai dari perkuliahan hingga penyelesaian tugas akhir.
Bertambahnya 75 lulusan juga menambah jejaring alumni FIKKIA UNAIR. Para lulusan membawa latar belakang keilmuan dari bidang akuakultur, kesehatan masyarakat, dan kedokteran hewan yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang setelah menyelesaikan pendidikan.
Wakili Wisudawan Bacakan Janji Alumni
Salah satu rangkaian prosesi wisuda diikuti dengan pembacaan janji alumni. Shierly Zaissiliya Clarissa wisudawan Program Studi Akuakultur angkatan 2022, dipercaya membacakan janji alumni bersama sepuluh wisudawan dari fakultas lain.
Pembacaan janji alumni menjadi bagian dari prosesi yang menandai perubahan status mahasiswa menjadi alumni. Janji tersebut memuat komitmen lulusan untuk tetap menjaga nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani pendidikan serta menjaga hubungan dengan almamater.
Bagi Shierly dan para lulusan lainnya, momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir perjalanan sebagai mahasiswa FIKKIA UNAIR. Setelah wisuda, para lulusan akan memasuki fase baru untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang masing-masing.
Rektor UNAIR Tekankan Tanggung Jawab atas Ilmu
Dalam sambutannya pada Wisuda UNAIR Periode 263, Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik bukan menjadi tujuan akhir dari pendidikan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya diukur melalui pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Keberhasilan sejati bukanlah sekadar memiliki gelar, melainkan ketika ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat dan menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” tutur Prof. Madyan.
Ia juga mengingatkan lulusan agar tetap mempertahankan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi. Empati, integritas, kebijaksanaan, dan moralitas dinilai tetap diperlukan dalam menggunakan pengetahuan dan teknologi.
“Di tengah kemajuan teknologi yang begitu cepat, jangan sampai kita kehilangan sisi kemanusiaan. Empati, integritas, kebijaksanaan, dan moralitas harus tetap menjadi kompas dalam setiap langkah,” pesan Prof. Madyan.
Pesan tersebut menjadi salah satu bekal bagi 75 lulusan FIKKIA dalam memasuki kehidupan setelah perguruan tinggi. Lulusan Akuakultur, Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran Hewan memiliki ruang kontribusi yang beragam sesuai kompetensi dan bidang yang ditekuni.
Wisuda Periode 263 menandai berakhirnya masa studi bagi 75 mahasiswa FIKKIA UNAIR sekaligus dimulainya perjalanan mereka sebagai alumni. Pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi selanjutnya menjadi bagian dari perjalanan profesional dan kontribusi mereka di masyarakat.
Penulis: Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa
