FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

FIKKIA UNAIR dan IDI Edukasi Kesehatan Reproduksi Siswa Baru SMK Muhammadiyah 8 Siliragung

KABAR FIKKIA – Program Studi Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118. Melalui IDI Korwil Pesanggaran, kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Remaja dan Seksualitas” diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 8 Siliragung pada Senin (13/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) sebagai bekal awal bagi peserta didik baru untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak remaja.

Penyuluhan dibuka oleh Ketua IDI Korwil Pesanggaran, dr. Roni, yang menekankan bahwa edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya preventif dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Selanjutnya, materi disampaikan oleh dr. Hanien melalui pemaparan interaktif yang dipadukan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.

Bekali Remaja dengan Pemahaman Seksualitas yang Tepat

Dalam pemaparannya, dr. Hanien menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja berada pada rentang usia 10–19 tahun. Pada fase ini, remaja memerlukan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi agar mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai konsep seksualitas, cara menjaga kesehatan organ reproduksi, serta berbagai risiko perilaku seksual berisiko, seperti kehamilan pada usia remaja dan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS. Selain itu, dr. Hanien juga meluruskan sejumlah mitos yang masih berkembang di masyarakat terkait penularan HIV dengan memberikan penjelasan berdasarkan bukti ilmiah.

Presentasi PMS oleh dr Hanin. Sumber: Istimewa

Para siswa juga diajak menerapkan gaya hidup sehat, menghindari pernikahan usia dini, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta berani mengatakan tidak terhadap perilaku yang berisiko bagi kesehatan. Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam menjaga kesehatan reproduksi sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Pihak SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menyambut positif kegiatan ini dan berharap kolaborasi bersama Program Studi Kedokteran FIKKIA Universitas Airlangga serta IDI dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi kesehatan. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat MPLS Ramah 2026 yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki sekolah.

Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *