KABAR FIKKIA – Civitas akademika Program Studi S1 Kedokteran Hewan serta Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) ikut menyukseskan kegiatan Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak Kabupaten Banyuwangi. Total terdapat 10 civitas akademika UNAIR yang terdiri dari 9 mahasiswa terlibat sebagai panitia dan 1 dosen sebagai juri kontes sapi. Juri tersebut adalah Amung Logam Saputro, drh., M.Si. (KPS PPDH FIKKIA UNAIR) yang turut mendampingi tim juri dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur serta Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi itu berlangsung pada Selasa (5/5/2026) hingga Rabu (6/5/2026) di Lapangan Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Hari pertama dilakukan penjurian kontes ternak sapi, bazar, dan penampilan band lokal. Sedangkan hari kedua terdapat parade kontingen dan pengumuman pemenang kontes yang juga dihadiri oleh Ir. Mujiono (wakil bupati Banyuwangi).
Keseruan Kontes Sapi Tingkat Kabupaten
Berbagai jenis sapi seperti simental, limosin, hingga Belgian Blue ikuti kontes sapi dengan jumlah 99 ekor dari 25 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang terbagi dalam 4 kategori kelas. Mulai dari anakan sapi hasil Inseminasi Buatan, calon indukan dengan Inseminasi Buatan, Sapi Calon Kereman, dan ekstrim. Bobot sapi terbesar yang masuk kedalam kelas ekstrim ditempati oleh Max Mojo mencapai 1.1 ton. Kemeriahan sorak sorai penonton nampak saat angka tersebut dibacakan menjadikan salah satu sapi dengan bobot terbesar di Banyuwangi.
Keterlibatan mahasiswa FIKKIA UNAIR berasal dari S1 Kedokteran Hewan yaitu 3 orang dan PPDH sebanyak 6 orang. Mereka membantu dalam melakukan pengukuran bobot, tinggi, panjang, lingkar badan, lebar tulang serviks, dan memasukkan nilai ke borang penilaian. Tim dewan juri turut mengecek dokumen pendukung seperti kartu inseminasi buatan sebagai syarat utama dalam kelas anakan sapi hasil inseminasi buatan. Proses penjurian itu juga didukung 3 mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada.
Dorong Ketahanan Pangan dari Sapi Dengan IB
Kegiatan Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak Kabupaten Banyuwangi menjadi sarana edukasi dan penguatan program ketahanan pangan berbasis peternakan modern. Pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan (IB) menjadi salah satu fokus utama dalam kontes tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas genetik ternak sapi di Banyuwangi. Melalui seleksi bibit unggul dan pendampingan teknis yang baik, peternak mampu menghasilkan sapi dengan performa tubuh yang optimal serta nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
