FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kenali Rasa Nyeri Kucing Menggunakan Feline Grimace Scale

Kucing dikenal sebagai hewan yang mampu menyembunyikan rasa nyeri dengan baik. Nyeri merupakan pengalaman subjektif dan multidimensi yang dapat sangat bervariasi antar individu. Nyeri pada hewan bisa bersifat akut, kronis, intens, atau bahkan hilang-timbul. Penting setiap pemilik untuk dapat mendeteksi rasa nyeri hewan peliharaan yang berasosiasi pada sakit tertentu. Agar pemilik bisa sesegera mungkin membawa hewan menuju dokter hewan.

Didunia medik veteriner penilaian nyeri memerlukan pertimbangan terhadap kombinasi pengukuran klinis dan observasi. Misalnya tingkat aktivitas, bentuk postur tubuh, penurunan berat badan, penurunan kondisi tubuh, kemampuan melakukan perawatan diri (grooming), perubahan asupan makanan dan air, pengeluaran feses dan urine, tingkat hidrasi, suhu tubuh, hingga denyut nadi atau laju pernapasan.

Perubahan juga terlihat pada respons terhadap sentuhan (vokalisasi, agresi abnormal, kepincangan), gemeretak gigi, fotofobia, muntah dan diare trauma akibat tindakan sendiri (self-inflicted trauma), maupun kegagalan organ yang ditunjukkan melalui hasil pencitraan atau laboratorium (Goldberg, 2018).

Penilaian Berdasarkan Morfometri Wajah

Perubahan ekspresi wajah menjadi salah satu petunjuk yang dapat diamati untuk mengenali kondisi tersebut. Pemahaman mengenai tanda-tanda nyeri pada kucing menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membantu mengenali nyeri akut pada kucing adalah Feline Grimace Scale (Burns, 2019). Hubungan antara neurobiologi nyeri dan ekspresi wajah.

Rangsangan berbahaya di transduksi melalui ujung saraf bebas. Sinyal nosiseptif ditransmisikan oleh serabut saraf perifer dan dimodulasi serta diproyeksikan dari tanduk dorsal sumsum tulang belakang ke berbagai wilayah sistem saraf pusat. Setelah mencapai struktur serebral seperti talamus, koneksinya ke amigdala dan.

Akibatnya ke korteks motorik memulai respons motorik eferen terhadap nyeri. Korteks motorik terhubung langsung ke nukleus facial di pons dan ke saraf kranial VII yang mempersarafi otot-otot wajah. Mengaktifkan wilayah-wilayah ini menyebabkan produksi gerakan otot wajah yang menghasilkan ekspresi wajah yang dapat dikaitkan dengan persepsi nyeri (Mota-Rojas et al., 2025).

Feline Grimace Scale (FGS) dapat menjadi alat penilaian yang menggunakan perubahan ekspresi wajah sebagai indikator adanya rasa nyeri pada kucing. Metode ini dapat membantu tenaga kesehatan hewan maupun pemilik untuk lebih peka terhadap perubahan kecil yang muncul ketika kucing sedang mengalami rasa sakit yang memunculkan gejala nyeri. FGS menilai lima facial action units dari perubahan karakteristik wajah kucing yang berkaitan dengan nyeri, yaitu posisi telinga, penyempitan area mata, ketegangan moncong, perubahan posisi kumis, serta posisi kepala (Chiavaccini et al., 2024).

Pertama, posisi telinga. Kucing yang nyaman umumnya memiliki telinga dalam posisi normal dan relatif tegak. Ketika mengalami nyeri, telinga dapat berubah posisi menjadi lebih menyamping atau mendatar.

Kedua, orbital tightening atau penyempitan area mata. Mata kucing dapat terlihat lebih menyipit dibandingkan kondisi normal. Perubahan ini merupakan salah satu tanda yang perlu diperhatikan ketika mengamati ekspresi kucing.

Ketiga, ketegangan pada moncong. Moncong yang biasanya tampak rileks dapat terlihat lebih tegang ketika kucing mengalami rasa sakit.

Keempat, perubahan posisi kumis. Kumis kucing dapat mengalami perubahan posisi ketika merasakan nyeri. Kumis dapat terlihat lebih lurus dan menjauh dari wajah dibandingkan kondisi normal.

Kelima, posisi kepala. Kucing yang mengalami nyeri dapat mempertahankan kepala dalam posisi lebih rendah daripada biasanya. Perubahan ini dapat terlihat bersama dengan perubahan ekspresi wajah lainnya (Steagall and Monteiro, 2019).

Skoring Feline Grimace Scale

Sumber: WSAVA, 2020

Kelima indikator tersebut tidak sebaiknya diamati secara terpisah. Perubahan ekspresi perlu dibandingkan dengan kondisi normal kucing dan diamati ketika kucing berada dalam kondisi yang relatif tenang (AVSAB, 2023). Evangelista et al., (2019) menjelaskan penilaian dilakukan berdasarkan posisi telinga, penyempitan area sekitar mata, ketegangan moncong, posisi kumis, dan posisi kepala. Skor 0 berarti tidak adanya temuan rasa sakit, 1 berarti tampak moderat atau tidak pasti, dan 2 berarti tampak jelas. Skor dengan jumlah 4 atau lebih menunjukkan bahwa kucing sedang mengalami nyeri dan memerlukan pemberian analgesik. Skor total maksimum adalah 10. Oleh karena itu, sangat penting dalam mengidentifikasi perubahan wajah dalam melihat rasa nyeri pada kucing.

Mengenali nyeri pada kucing merupakan bagian penting dari responsible pet ownership. Ekspresi wajah yang tampak sederhana ternyata dapat memberikan informasi penting mengenai kondisi hewan. Jika kucing menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa, tampak kesakitan, tidak mau makan, sulit bergerak, mengalami luka, atau menunjukkan perubahan ekspresi wajah yang mengarah pada nyeri, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan. Terlebih lagi, kucing yang baru menjalani operasi atau memiliki penyakit tertentu memerlukan pemantauan nyeri secara berkala. Jangan memberikan obat pereda nyeri manusia kepada kucing tanpa rekomendasi dokter hewan karena beberapa obat yang aman bagi manusia dapat berbahaya bahkan fatal bagi kucing. Semakin cepat nyeri dikenali, semakin cepat pula kucing dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Penulis: Azhar Burhanuddin (Mahasiswa Gelombang III Pendidikan Profesi Dokter Hewan FIKKIA UNAIR)

Referensi:

American Veterinary Society of Animal Behavior. (2023, November 11). The Feline Grimace Scale helps you know if your cat is in pain. https://avsab.org/the-feline-grimace-scale-helps-you-know-if-your-cat-is-in-pain/. Diakses pada 10 Agustus 2026

Burns, K. (2019). New scale interprets pain from feline facial expressions. JAVMA News. https://www.avma.org/javma-news/2019-10-01/new-scale-interprets-pain-feline-facial-expressions. Diakses pada 10 Agustus 2026

Chiavaccini, L., Gupta, A., & Chiavaccini, G. (2024). From facial expressions to algorithms: A narrative review of animal pain recognition technologies. Frontiers in Veterinary Science, 11, 1436795. https://doi.org/10.3389/fvets.2024.1436795

Evangelista, M. C., Watanabe, R., Leung, V. S. Y., Monteiro, B. P., O’Toole, E., Pang, D. S. J., & Steagall, P. V. (2019). Facial expressions of pain in cats: The development and validation of a Feline Grimace Scale. Scientific Reports, 9, 19128. https://doi.org/10.1038/s41598-019-55693-8

Goldberg, M. E. (2018). Pain scoring systems for cats. Feline Focus, 4(1), 15–21.

Monteiro, B. P., Lee, N. H., & Steagall, P. V. (2023). Can cat caregivers reliably assess acute pain in cats using the Feline Grimace Scale? A large bilingual global survey. Journal of Feline Medicine and Surgery, 25(1), 1–9. https://doi.org/10.1177/1098612X221145499

Mota-Rojas, D., Whittaker, A. L., Coria-Avila, G. A., Martínez-Burnes, J., Mora-Medina, P., Domínguez-Oliva, A., Hernández-Avalos, I., Olmos-Hernández, A., Verduzco-Mendoza, A., Casas-Alvarado, A., & Grandin, T. (2025). How facial expressions reveal acute pain in domestic animals with facial pain scales as a diagnostic tool. Frontiers in Veterinary Science, 12, 1546719. https://doi.org/10.3389/fvets.2025.1546719

Steagall, P. V., & Monteiro, B. P. (2019). Acute pain in cats: Recent advances in clinical assessment. Journal of Feline Medicine and Surgery, 21(1), 25–34. https://doi.org/10.1177/1098612X18808103

WSAVA. (2020). New tool for acute pain assessment in cats developed by WSAVA Global Pain Council Member. URL: https://wsava.org/updates/new-tool-for-acute-pain-assessment-in-cats-developed-by-wsava-global-pain-council-member/. Diakses pada 10 Agustus 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *