FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa BBK 8 UNAIR Tingkatkan Kesehatan Ternak melalui Program VITAKSI di Bangorejo

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga melaksanakan program VITAKSI (Vitaminisasi dan Aksi Edukasi Peternak) di Desa Bangorejo, Banyuwangi, Sabtu (31/07/2026). Program ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan ternak sekaligus edukasi bagi peternak untuk meningkatkan produktivitas peternakan secara berkelanjutan.

Kegiatan menyasar empat dusun di Desa Bangorejo dengan total 58 ekor kambing yang mendapatkan vitamin B Complex. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manajemen pemeliharaan ternak, mulai dari pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga pencegahan penyakit.

Tim BBK 8 terdiri atas mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Delaila Novriyanti (FIKKIA 2023), Prima Nurdiana (FK 2023), Uliyanti Tampubolon (FF 2023), Wely Satria (FF 2023), Rizky Prayoga (FKH 2023), Inayah Az Zahra (FISIP 2023), Abel Adhelya (FST 2023), Naia Syahirah (FV 2023), dan Raihan Achmad (FV 2023). Selama berkegiatan, mahasiswa mendapat pendampingan dan pengawasan penuh dari paramedik Veteriner yang bertugas di Puskeswan Bangorejo.

Program VITAKSI lahir dari hasil identifikasi potensi Desa Bangorejo yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian pada sektor peternakan. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi sederhana namun berdampak melalui peningkatan kesehatan ternak dan penguatan kapasitas peternak.

“Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan ternak, tetapi juga membekali peternak dengan pengetahuan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Rizky Prayoga selaku penanggung jawab kegiatan.

Padukan Pelayanan Kesehatan dan Edukasi Peternak

Pelaksanaan VITAKSI mencakup empat dusun, yaitu Dusun Bangorejo sebanyak 17 ekor kambing, Dusun Tamansuruh 12 ekor, Dusun Gunungsari 2 ekor, dan Dusun Sere 27 ekor. Pada setiap lokasi, mahasiswa memberikan vitamin B Complex sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pentingnya pakan berkualitas, sanitasi kandang, serta pencegahan penyakit untuk menjaga produktivitas ternak.

Mahasiswa BBK 8 Desa Bangorejo

Selain vitaminisasi, mahasiswa juga memberikan obat cacing kepada ternak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sebanyak empat ekor kambing, masing-masing dua ekor di Dusun Tamansuruh dan dua ekor di Dusun Sere, memperoleh terapi sebagai upaya pencegahan infeksi parasit yang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas ternak.

Kegiatan mendapat respons positif dari para peternak. Selama proses pelayanan, mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi, mulai dari pemilihan pakan hingga penanganan penyakit yang umum menyerang kambing.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa BBK Universitas Airlangga. Pemberian vitamin dan edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Harapannya, ternak menjadi lebih sehat, produktif, dan kami semakin memahami cara merawat ternak dengan baik, ujar Ponidi, salah seorang peternak di Desa Bangorejo.

Program VITAKSI turut mendukung pencapaian SDGs poin 8, tentang pekerjaan layakk dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 15 tentang ekosistem darat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan peternakan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan di Desa Bangorejo.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *