KABAR FIKKIA – Rangkaian STEER East Java 2026 berlanjut di Banyuwangi pada Selasa (28/07/2026). Setelah mempelajari sistem kesehatan Indonesia dan konsep Travel Medicine di Surabaya, 16 delegasi dari Department of Biomedical Engineering, National University of Singapore (NUS), melaksanakan pembelajaran lapangan bersama mahasiswa Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) serta Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Salah satu lokasi pembelajaran adalah RSUD Blambangan, rumah sakit rujukan di Kabupaten Banyuwangi yang melayani pasien dari berbagai wilayah. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami pelayanan kesehatan secara langsung sekaligus mengenal tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan dalam praktik klinis.
Memahami Kebutuhan Klinis di Rumah Sakit
Selama hospital tour, mahasiswa NUS mengunjungi sejumlah unit pelayanan. Antara lain Cath Lab, Instalasi Hemodialisis, Poliklinik Saraf, Poliklinik Penyakit Dalam, Laboratorium, dan Instalasi Radiologi. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknologi penunjang diagnosis, termasuk CT Scan 128 Slices, yang digunakan dalam pelayanan pasien. Disana, mahasiswa didampingi penuh oleh dr. Rizki Amalia, Sp., JP. dan Muhammad Nazmuddin, dr., MSc
Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengenalan fasilitas rumah sakit. Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga turut berbagi pengalaman mengenai kebutuhan klinis serta tantangan yang ditemui selama menjalani pendidikan profesi. Sementara itu, mahasiswa Teknik Biomedis NUS mengamati bagaimana teknologi medis diterapkan dalam mendukung pelayanan kesehatan.
Melalui diskusi bersama dokter spesialis RSUD Blambangan, peserta juga mempelajari berbagai aspek implementasi teknologi di rumah sakit, mulai dari alur pelayanan, penggunaan peralatan medis, hingga pengelolaan data pasien. Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa pengembangan teknologi kesehatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan kondisi pelayanan di lapangan.
Salah satu delegasi mahasiswa NUS menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pengembang teknologi.
“Hospital tour ini memberikan banyak wawasan baru bagi kami. Kami semakin memahami bahwa inovasi teknologi harus berangkat dari kebutuhan nyata yang dihadapi tenaga kesehatan,” ujarnya.
Menghubungkan Travel Medicine dengan Pariwisata
Usai mengunjungi RSUD Blambangan, delegasi melanjutkan pembelajaran ke Museum Pariwisata Banyuwangi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Pada sesi ini, peserta mempelajari sejarah perkembangan pariwisata, pelestarian budaya, serta strategi pengembangan destinasi wisata di Banyuwangi.
Kunjungan tersebut melengkapi materi Travel Medicine yang telah dipelajari sebelumnya. Peserta memahami bahwa kesehatan perjalanan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh karakteristik destinasi, mobilitas wisatawan, serta kesiapan daerah dalam menciptakan perjalanan yang aman dan sehat.
Selain memperoleh penjelasan mengenai sejarah Banyuwangi, delegasi juga berkesempatan mencoba memainkan alat musik tradisional sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal.
Melalui STEER East Java 2026, mahasiswa Universitas Airlangga dan National University of Singapore memperoleh pengalaman belajar lintas disiplin yang menghubungkan ilmu kedokteran, teknik biomedis, dan kesehatan perjalanan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pengembangan pelayanan kesehatan dan Travel Medicine di masa mendatang.
Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra
Editor: Avicena C. Nisa
